PESISIR BARAT – Pekerjaan rehabilitasi Kantor Camat Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi sorotan. Pasalnya, setelah 21 hari masa kontrak berjalan, pekerjaan dengan nilai ratusan juta rupiah tersebut disinyalir belum menunjukkan progres signifikan di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (20/08/2026), tidak satu pun pekerja terlihat melakukan aktivitas rehabilitasi di Kantor Camat Pesisir Tengah. Puing-puing akibat kerusakan bangunan pun masih tampak berserakan dan belum dilakukan penanganan sebagaimana pekerjaan rehabilitasi yang telah dikontrakkan.
Sejumlah warga di sekitar lokasi menyebutkan, sebelumnya sempat ada sekitar tiga orang tukang yang bekerja di lokasi. Namun, aktivitas tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat sekitar satu minggu lalu. Setelah itu, hingga kini tidak terlihat lagi adanya kelanjutan pekerjaan.
Kondisi di lapangan juga memunculkan sejumlah pertanyaan. Tidak terlihat adanya mes pekerja maupun direksikeet di sekitar lokasi proyek. Selain itu, bahan bangunan dan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga belum tampak lengkap tersedia.
Fasilitas pendukung pekerjaan lainnya, seperti scaffolding, juga belum terpasang. Sementara sejumlah item pekerjaan pembongkaran yang seharusnya menjadi bagian dari rehabilitasi juga belum terlihat dikerjakan.
Di antaranya pembongkaran dinding tembok batu bata sebanyak 6,77 meter kubik, pembongkaran plafon dan rangka seluas 717,37 meter persegi, pembongkaran penutup atap dan rangka satu lump sum, serta pembongkaran pintu.
Pekerjaan rehabilitasi tersebut dilaksanakan oleh CV Ciano Nur Niaga berdasarkan kontrak tertanggal 29 Juli 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp687 juta.
Dengan kondisi pekerjaan yang belum menunjukkan perkembangan berarti setelah tiga minggu masa kontrak berjalan, proyek tersebut diduga mengalami keterlambatan progres lapangan atau deviasi negatif. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak dinas, termasuk melalui langkah pengawasan dan peneguran terhadap penyedia jasa.
Apabila keterlambatan terus berlanjut dan progres pekerjaan tidak sesuai dengan rencana pelaksanaan, maka mekanisme evaluasi terhadap kontraktor perlu segera dilakukan, termasuk kemungkinan pelaksanaan Show Cause Meeting (SCM) tingkat I sesuai ketentuan yang berlaku.
Warga pun mendesak agar pekerjaan rehabilitasi tersebut segera dilaksanakan dan dirampungkan. Sebab, kondisi Kantor Camat Pesisir Tengah yang belum dapat difungsikan secara optimal berdampak terhadap pelayanan masyarakat.
Kantor sementara yang digunakan untuk pelayanan diketahui berada cukup jauh, sehingga dinilai menyulitkan sebagian warga yang membutuhkan pelayanan administrasi di tingkat kecamatan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesisir Barat, Agus, saat dikonfirmasi pada Jumat (22/08/2026), mengatakan pihaknya telah memberikan teguran kepada pihak rekanan.
Menurut Agus, teguran tersebut berkaitan dengan sarana dan prasarana pendukung pekerjaan yang dinilai belum memadai. Selain itu, pihak dinas juga telah mengimbau kontraktor agar segera melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.
“Kami sudah melakukan teguran kepada pihak rekanan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang belum memadai. Selain itu, kami juga mengimbau agar pekerjaan segera dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Agus menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pekerjaan tersebut secara intensif. Jika teguran yang telah diberikan tidak diindahkan dan tidak terdapat perbaikan terhadap pelaksanaan pekerjaan, pihaknya akan mempertimbangkan langkah lanjutan.
“Jika teguran tidak diindahkan, kami mempertimbangkan untuk melakukan SCM tingkat I,” tegasnya.
Kini, publik menanti keseriusan pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi senilai Rp687 juta tersebut segera berjalan sesuai aturan yang berlaku. Sebab, keterlambatan pekerjaan bukan hanya menyangkut target fisik proyek, tetapi juga menyangkut kelancaran pelayanan publik bagi masyarakat Kecamatan Pesisir Tengah. (Wawe)












