Lestarikan Kearifan Lokal, Pemkab Pesawaran Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya

PESAWARAN14 Dilihat

PESAWARAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Kabupaten Pesawaran, Rabu (07/10/2026) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang didanai melalui DAK Non-Fisik ini dirancang sebagai langkah strategis dalam membentengi identitas daerah dari gerusan arus globalisasi dan modernisasi.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran, Maisuri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal agar tidak luntur dan ditinggalkan oleh generasi muda di tengah masifnya intervensi budaya asing.

“Di era globalisasi ini, lanskap sosial dan budaya masyarakat berubah dengan cepat. Banyak tradisi dan kearifan lokal yang mulai memudar. Oleh karena itu, kita memerlukan langkah strategis untuk melestarikan dan memperkuat kembali identitas budaya kita,” ujar Maisuri saat membuka acara.

Program komprehensif ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Melalui pelatihan ini, para peserta ditargetkan mampu mengintegrasikan unsur-unsur budaya luhur daerah—seperti tradisi, cerita rakyat, bahasa, dan nilai-nilai kearifan lokal—ke dalam sebuah karya tulis yang menarik dan inovatif.

Untuk memastikan hasil yang optimal, Bimtek kepenulisan ini akan dilaksanakan dalam tiga tahapan terstruktur. Setiap tahapan dirancang secara khusus guna membekali peserta dengan teknik kepenulisan yang matang, sekaligus mentransformasikan kekayaan budaya Pesawaran menjadi sumber inspirasi karya literasi yang berdaya saing.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada narasumber serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan agenda ini.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memicu lahirnya penulis-penulis muda yang bangga akan akar budayanya, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan literasi di Kabupaten Pesawaran. (Indra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *