Pemprov Lampung dan Pesawaran Dorong Hilirisasi Kakao Lewat Kolaborasi Global di ICE BSD

PESAWARAN39 Dilihat

TANGERANG, BANTEN — Pengembangan kakao sebagai komoditas unggulan Lampung terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggandeng investor dan mitra internasional untuk mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, dan memperluas akses pasar demi kesejahteraan petani.

Komitmen itu menguat dalam forum International Trade Expo di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026). Dalam forum bertema kolaborasi hilirisasi pertanian dan perkebunan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Pesawaran Nanda Indira hadir sebagai pembicara untuk mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan industri.

Langkah konkret ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pemkab Pesawaran dengan PT Klumbayan Gold Farm, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan JIKA Chocolat terkait pembelian dan peningkatan standar produk kakao.

Kemitraan ini diharapkan memperkuat rantai pasok, meningkatkan kualitas hasil perkebunan, dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas sesuai standar industri internasional.

Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. menegaskan pengembangan kakao merupakan bagian dari dukungan terhadap program Pemprov Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Sebagai salah satu komoditas unggulan Pesawaran, kakao perlu dikembangkan melalui kolaborasi agar memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi. Pertemuan ini bertujuan memperkenalkan dan mengembangkan produk kakao lebih luas lagi dengan membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan,” ujar Nanda.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi langkah Pemkab Pesawaran tersebut.

“Saya sangat menyambut baik pertemuan malam ini dengan mitra-mitra pembangunan di Kabupaten Pesawaran. Saya mengapresiasi langkah-langkah ini yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendongkrak komoditas unggulan di Pesawaran,” kata Mirza yang akrab disapa Mirza itu.

Menurut Gubernur, Provinsi Lampung memiliki beragam komoditas perkebunan potensial, terutama kopi, lada, dan kakao. Pengembangannya memerlukan dukungan peningkatan kualitas, kapasitas produksi, pengolahan pascapanen, serta pemenuhan standar pasar internasional. Karena itu, penguatan investasi dan ekspor menjadi kunci untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Sementara itu, Direktur PT Klumbayan Gold Farm Arif Rachman mengungkapkan pihaknya berencana membangun rantai pasok hijau (green supply chain) di Lampung untuk komoditas lada hitam, kopi, dan kakao, dengan dukungan mitra dari Eropa, termasuk Jerman dan Belanda.

“Kita sudah mulai penjajakan untuk lada hitam dari tahun 2023, dan sudah berhasil diekspor langsung dari petani ke pasar Eropa. Ke depan kita akan coba kembangkan komoditas kakao dan kopi,” jelas Arif.

Kolaborasi antara pemerintah, investor, pelaku industri, dan petani diharapkan dapat memperkuat kesinambungan rantai pasok, memperluas akses pasar, serta meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Dengan pengembangan berkelanjutan, kakao Pesawaran bersama komoditas unggulan Lampung lainnya diharapkan semakin berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani dan pelaku usaha lokal.

(Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *