Delapan Kali Mencari, Titik Kesembilan Membawa Harapan: Sumur Bor TMMD Jadi Jawaban Krisis Air di Mushola Al Mufakat

SUMATERA SELATAN137 Dilihat

PALEMBANG – Di balik berdirinya satu titik sumur bor dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, tersimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Bukan hanya tentang pengeboran tanah, tetapi tentang ikhtiar panjang menghadirkan air bersih bagi masyarakat.

Selama bertahun-tahun, warga di sekitar Mushola Al Mufakat, RT 20 RW 06, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, harus bertahan dengan kualitas air yang kurang layak. Air berwarna kekuningan, berbau, bercampur karat, bahkan kerap menimbulkan rasa gatal di kulit menjadi persoalan yang sudah lama dirasakan masyarakat.

Ketua Mushola Al Mufakat, Dumyati, menceritakan bahwa pencarian titik sumber air bersih bukan perkara mudah. Berulang kali dilakukan pendeteksian, namun hasilnya belum sesuai harapan.

“Kami sempat mencari beberapa titik sampai delapan kali. Baru di koordinat yang kesembilan ditemukan posisi yang tepat untuk membuat sumur bor sasaran TMMD ini. Alhamdulillah akhirnya ketemu di tanah milik Pak Afdol,” tutur Dumyati dengan wajah penuh syukur.

Keberhasilan menemukan titik air tersebut menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi warga. Sebab, keberadaan sumur bor nantinya bukan hanya memenuhi kebutuhan air untuk berwudhu dan aktivitas ibadah di mushola, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar yang selama ini masih bergantung pada pasokan air dari mushola.

“Harapannya airnya bisa terus mengalir, bermanfaat untuk jamaah mushola dan warga sekitar. Selama ini ada juga warga yang mengambil kebutuhan air dari mushola. Mudah-mudahan nanti semuanya bisa ikut merasakan manfaat dari sumur bor ini,” ujarnya.

Dumyati juga mengungkapkan, sebelum adanya Program TMMD, pengurus mushola telah berencana membeli tandon air secara mandiri menggunakan dana kas. Namun rencana tersebut akhirnya berubah setelah TMMD menghadirkan pembangunan sumur bor lengkap dengan fasilitas penunjangnya.

“Sebelumnya kami memang berencana membeli tandon air sendiri. Alhamdulillah melalui TMMD nanti juga disiapkan tandon air, sehingga dana mushola bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang masih sangat diperlukan,” katanya.

Dengan nada bercanda yang mengundang senyum warga, Dumyati kembali mengingat kondisi air yang selama ini mereka gunakan.

“Air di sini selama ini kuning, bau, campur karat. Pacak berisik kulit kito,” selorohnya.

Ia pun berharap program seperti TMMD dapat terus berlanjut karena masih banyak kebutuhan fasilitas ibadah yang memerlukan perhatian.

“Kalau ada lagi program seperti ini, kami sangat bersyukur. Masih banyak kebutuhan mushola yang menjadi pekerjaan rumah,” harapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0418/Palembang sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa pembangunan sumur bor merupakan salah satu sasaran fisik yang memiliki manfaat sangat besar bagi masyarakat.

“Sasaran fisik seperti sumur bor ini merupakan sasaran yang cukup menjadi perhatian karena memiliki dampak yang sangat luas bagi masyarakat. Menjadi perhatian kami agar pengerjaannya dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang tetap terjaga. Semoga segera bisa dioperasikan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujar Kolonel Erik.

Program sumur bor TMMD Ke-129 bukan sekadar menghadirkan infrastruktur air bersih. Lebih dari itu, program ini menjadi simbol hadirnya negara melalui TNI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Dari delapan kali pencarian yang belum membuahkan hasil hingga titik kesembilan yang membawa harapan, setiap tetes air yang nantinya mengalir akan menjadi pengingat bahwa gotong royong, kepedulian, dan pengabdian selalu menemukan jalannya untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *