Delapan Pencarian yang Gagal, Titik Kesembilan Menjadi Awal Harapan Baru di Mushola Al Mufakat

PALEMBANG – Tidak semua keberhasilan lahir dari langkah pertama. Di halaman Mushola Al Mufakat, RT 20 RW 06, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, harapan akan air bersih justru ditemukan setelah delapan kali pencarian yang berakhir sia-sia. Baru pada titik kesembilan, sumber air yang selama ini dinanti akhirnya ditemukan.

Bagi warga sekitar, keberhasilan itu bukan sekadar hasil pengeboran tanah. Ia menjadi jawaban atas persoalan yang bertahun-tahun mereka hadapi. Air yang selama ini mengalir dari sumber lama berwarna kekuningan, berbau, bercampur karat, bahkan kerap menimbulkan rasa gatal ketika digunakan.

Ketua Mushola Al Mufakat, Dumyati, masih mengingat betul proses panjang menemukan titik air tersebut. Berkali-kali dilakukan pendeteksian lokasi, namun hasilnya belum sesuai harapan hingga akhirnya pengeboran diarahkan ke lahan milik Afdol.

“Kami sudah mencoba sampai delapan titik. Baru di koordinat yang kesembilan ditemukan sumber air yang tepat. Alhamdulillah akhirnya berhasil,” ungkapnya.

Keberhasilan itu membawa optimisme baru. Selama ini, mushola bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat warga memenuhi sebagian kebutuhan air sehari-hari. Karena itu, kehadiran sumur bor melalui Program TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang diyakini akan memberi manfaat jauh lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan jamaah.

“Harapannya air ini bisa terus mengalir untuk wudhu dan kebutuhan warga sekitar. Selama ini banyak juga masyarakat yang mengambil air dari mushola,” katanya.

Dumyati mengungkapkan, sebelum TMMD hadir, pengurus mushola sebenarnya telah menyiapkan rencana membeli tandon air menggunakan dana kas. Namun program TMMD menghadirkan solusi yang lebih menyeluruh, mulai dari pembangunan sumur bor hingga penyediaan tandon air sebagai fasilitas pendukung.

“Dana mushola akhirnya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang juga penting. Ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Di sela perbincangan, Dumyati sempat melontarkan candaan yang menggambarkan kondisi air sebelumnya.

“Air di sini kuning, bau, campur karat. Pacak berisik kulit kito,” ucapnya sambil tersenyum, mengundang tawa warga yang mendengarkan.

Bagi Satgas TMMD, pembangunan sumur bor merupakan salah satu sasaran fisik yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat. Komandan Kodim 0418/Palembang selaku Dansatgas TMMD Ke-129, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa penyediaan akses air bersih menjadi bagian dari komitmen TNI dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan sumur bor menjadi salah satu sasaran yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Kami terus memastikan pengerjaan berjalan tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” ujar Kolonel Erik.

Di Mushola Al Mufakat, kisah tentang sumur bor kini bukan lagi sekadar cerita pembangunan fisik. Delapan titik yang gagal telah menjadi bagian dari perjalanan, sementara titik kesembilan menghadirkan keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan kesungguhan pada akhirnya akan menemukan jalannya. Ketika air bersih mulai mengalir nanti, yang hadir bukan hanya kemudahan bagi masyarakat, melainkan juga harapan baru yang lahir dari semangat gotong royong antara TNI dan warga dalam Program TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *