Bupati Dendi Hadiri Bimtek Akselerasi Ekspor Kopi dan Kakao Bagi Petani

DAERAH, PESAWARAN576 Dilihat

PESAWARAN – Salah satu Misi pembangunan Kabupaten Pesawaran adalah untuk Meningkatkan Pembangunan Ekonomi dan Memperkuat Perekonomian Daerah. Oleh karena itu, prioritas pembangunan pertanian di Kabupaten Pesawaran saat ini tidak hanya fokus kepada tanaman pangan semata, tetapi juga hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Pembangunan pertanian juga harus dilakukan secara berkesinambungan, terus menerus, dan bersinergi dengan sektor lainnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Kopi dan Kakao bagi petani di Kabupaten Pesawaran, di Islamic Center, Gedong Tataan, Jumat (25/11/2022) .

Pada kegiatan tersebut, Bupati Dendi juga mengucapkan terima kasih kepada Komisi IV DPR RI, khususnya Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, yang telah memfasilitasi adanya bantuan bibit kakao sebanyak 300.000 bibit, Pupuk NPK 60 ton, dan Pupuk Organik 105 ton untuk luasan 300 Ha yang disebar ke 27 kelompok tani, guna mendukung peremajaan tanaman Kakao di Kabupaten Pesawaran.

“Subsektor perkebunan merupakan bagian dari sektor pertanian yang orientasi komoditinya agribisnis. Hal ini terbukti pada saat krisis ekonomi beberapa tahun lalu, sektor perkebunan memberikan kontribusi yang cukup positif dalam perekonomian nasional. Komoditas unggulan Kabupaten Pesawaran dari sektor perkebunan terutama Kakao dengan luas areal 27.415 Ha dan kopi seluas 3.451 Ha,” kata Dendi.

Dendi berharap dengan adanya peremajaan tanaman kakao dan kopi, produksi optimal, dan meningkatnya teknologi untuk pasca panen akan berdampak pula terhadap nilai ekonomi komoditas kakao dan kopi, sehingga Peluang ekspor komoditi perkebunan sebagai salah satu sumber devisa negara masih terus meningkat meskipun ditengah wabah Covid 19 yang tengah melanda dunia.

Selain peningkatan ekspor, sesuai data BPS bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pertanian meningkat tajam dari 99,45 pada Juni 2020 menjadi 102,86 pada November 2020. NTP sub sektor tanaman perkebunan bahkan telah mencapai 110 pada bulan November 2020. Subsektor perkebunan pada November 2020 atau naik sebesar 2,25 persen dari Bulan Oktober. Kenaikan terutama terjadi pada kelompok kelapa sawit dan karet dimana terdapat kenaikan harga komoditas tersebut di pasar internasional.

“Dengan adanya Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pasca panen di tingkat petani,meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan untuk budidaya tanaman kakao dan kopi, sehingga bisa meningkatkan produksi, pendapatan dan kesejahteraan petani secara optimal serta dapat mewujudkan komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk menjadi salah satu daerah penghasil Kakao yang berkualitas”,tambahnya.

Diakhir sambutan ia menyatakan Bimbingan teknis yang diikuti oleh petani dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) se-kabupaten Pesawaran sebanyak 150 orang ini tentunya bertujuan untuk memberi masukan kepada para petani kakao agar pengetahuannya mengenai peningkatan mutu produksi kakaonya lebih baik dari sebelumnya.

“Untuk itu, saya mewakili masyarakat Kabupaten Pesawaran mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Badan Karantina Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung yang telah memfasilitasi kegiatan Bimbingan Teknis Akselerasi Peningkatan Ekspor Kakao Melalui Peningkatan Mutu dan Pengolahan di kabupaten Pesawaran”, tutupnya.(*/dar/ta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *