LAMPUNG SELATAN-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Agus Sartono mendorong, pemerintah untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan.
Harapan itu, disampaikan Wakil Ketua DPRD Agus Sartono saat menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022, di Lapangan Korpri kabupaten setempat, Jumat (13/05/2022).
Upacara yang dipimpin Bupati Lamsel, Nanang Ermanto tersebut, diikuti oleh jajaran Forkopimda, Ketua TP-PKK Winarni Nanang Ermanto, Ketua DWP Yani Thamrin, dan pejabat Kabupaten Lamsel.
Agus mengatakan, pentingnya mutu pendidikan ditingkatkan agar kedepan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta memiliki daya saing dalam berbagai bidang.
“Saya berharap, pola belajar dan mutu pendidikan di Lamsel lebih ditingkatkan lagi. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes), pasca melandainya pandemi Covid-19,” ujarnya.
Sementara itu, dalam peringatan Hardiknas tahun 2022, Bupati Nanang Ermanto menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya (SLKS) kepada 120 guru berprestasi.
Nanang Ermanto menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan guru berprestasi, yang mendapat penghargaan SLKS pada peringatan Hardiknas tahun 2022.
“Tahun ini, sebanyak 120 guru berprestasi dan telah pengabdi selama 10 sampai dengan 30 tahun, mendapat penghargaan SLKS. Saya harapkan, penghargaan itu dapat meningkatkan kinerja, dan menjadi penyemangat serta memotivasi untuk terus berkarya dan memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Lamsel,” ujarnya.
Selanjutnya, Bupati Nanang menyampaikan pesan Menterian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.
Dalam amanatnya, Mendikbudristek
menyampaikan bahwa selama dua tahun banyak sekali tantangan yang harus dihadapi bersama, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Nadiem mengatakan, kurikulum merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran.
“Kurikulum merdeka, sudah diterapkan di lebih dari 140 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Ini berarti, ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan, dan memerdekakan,” jelasnya. (Bud/Izal)











