Bupati Winarti Hadiri Rakorwil Apkasi di Lamteng

DAERAH, TULANG BAWANG508 Dilihat

TULANG BAWANG-Bupati Tulang Bawang (Tuba), Winarti menghadiri
rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), di Rumah Dinas Bupati Nuwo Balak Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Rabu (25/05/2022).

Rakorwil Apkasi Lampung yang dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Chusnunia tersebut, dihadiri Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Wasekjen Apkasi Mashuri, Bupati se-Lampung, Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang, Forkopimda, dan bupati se-Lampung.

Wagub Chusnunia mengatakan, Apkasi merupakan wadah kerja sama antar pemerintah kabupaten, untuk mewujudkan penyelenggaraan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab.

Nunik panggilan akrab Wagub Lampung ini berharap, melalui Rakorwil Apkasi dapat meningkatkan kerjasama semua pihak dan stakeholder, khususnya dalam pembangunan di kabupaten.

“Rakorwil Apkasi ini, sebagai ruang untuk meningkatkan hubungan antar anggota dan membangun relasi, karena dalam menjalankan pembangunan membutuhkan dukungan dari seluruh pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang juga Bupati Dharmasraya menyatakan, Apkasi merupakan wadah untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh daerah kabupaten.

Ia berharap, Rakorwil Apkasi dapat memberikan manfaat positif bagi anggotanya, serta menghasilkan kesimpulan yang baik untuk dibawa ke Rakernas Apkasi pada Juni mendatang di Bogor.

Sedangkan, Bupati Tuba Winarti menyatakan, bersyukur bisa bertemu dan berkomunikasi secara langsung dengan seluruh anggota Apkasi Korwil Lampung.

Dia berharap, Rakorwil Apkasi kali ini banyak mendapat manfaat dan solusi guna mencapai kesuksesan program di kabupatennya masing-masing.

Diketahui, dalam Rakorwil Apkasi Lampung tersebut, Bupati Lamteng, Musa Ahmad yang juga Ketua Apkasi Korwil Lampung, bersama rombongan mengunjungi perusahaan peternakan di Lamteng, guna melihat beberapa potensi peternakan sapi yang dapat dikembangkan di kabupaten se-Lampung.(Bud/Tw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *