Tiga Pekon di Lambar Terpilih Menjadi Desa Cantik

DAERAH, LAMPUNG BARAT617 Dilihat

LAMPUNG BARAT-Sebanyak tiga pekon di Kabupaten Lampung Barat, terpilih menjadi pekon (desa, red) cantik.

Tiga pekon yang terpilih tersebut, Pekon Pampangan Kecamatan Kekincau, Puralaksana Kecamatan Way Tenong, dan Sebarus Kecamatan Balik Bukit.

Diketahui, desa cantik merupakan program inisiatif yang mudah, dan cepat dicapai (Quick Wins) implementasi pembinaan statistik sektoral oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang berfokus kepada desa melalui standarisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan perbandingan data, optimalisasi penggunaan dan manfaat data statistik dalam pembangunan desa, serta meningkatkan kesadaran dan peran aktif perangakat desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.

Wakil Bupati Lampung Barat (Lambar), Mad Hasnurin mengatakan, program desa cantik sudah dilaksanakan sejak tahun 2021. Dan tahun 2021 sebanyak 100 desa cantik, yang menjadi target pembinaan statistik secara nasional.

“Tahun 2022, akan dilanjutkan program pembinaan desa cinta statistik yang secara khusus bertujuan untuk, meningkatkan kapasitas desa dan kelurahan dalam mengidentifikasi kebutuhan data dan potensi yang dimiliki desa dalam rangka mengentaskan kemiskinan,” jelas Wabup Mad Hasnurin saat rapat koordinasi (Rakor) Sensus Penduduk tahun 2020, di Hotel Sari Rasa Kecamatan Balik Bukit, Selasa (28/06/2022).

Dikatakannya, hal itu dilakukan melalui pengelolaan data yang bersifat pemenuhan kebutuhan, pengembangan pendataan yang sesuai dengan potensi desa (kearifan lokal), implementasi pemanfaatan data dalam kebijakan pembangunan desa, dan peningkatan literasi statistik masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala BPS Lambar, Nasrullah Arsyad mengharapkan, penyelenggaraan rakor ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta dengan sebaik-baiknya.

Ia mengatakan, Rakor Sensus Penduduk 2020, dan pencanangan Desa Cantik Kabupaten Lambar bertujuan untuk menggali kembali data-data jumlah, dan komposisi.

Kemudian, imbuhnya, persebaran dan karakteristik penduduk sebagai dasar dalam menetapkan perencanaan, dan kebijakan pemerintah demi tercapainya SDGs Desa.

“Harapan kita, satu data untuk Indonesia dapat diwujudkan untuk pembangunan di Lambar,” jelasnya.(Riyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *