Tanggulangi Perubahan Iklim Bappeda Pesawaran Libatkan KWT Sebagai Mitra Kerja

PESAWARAN445 Dilihat

PESAWARAN — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pesawaran Adhytia Hidayat S. sos.M.Eng. menuturkan.untuk menghadapi perubahan iklim yang menjadi isu strategis saat ini, Pemerintah Kabupaten Pesawaran saat ini telah memiliki Kelompok kerja (Pokja).

Sedangkan lanjut Adhitya, untuk di provinsi lampung baru ada dua kelompok kerja (Pokja) saja, diantaranya, Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Timur.
Untuk itu, guna menindak lanjuti hal tersebut pemerintah Kabupaten Pesawaran akan melakukan sharing bersama pihak terkait di provinsi Lampung.

Demikian dikatakan Kepala Bappeda Kabupaten Pesawaran Adhytia Hidayat saat melakukan diskusi bersama mitra bentala dan para stakeholder di ruang rapat Bappeda pesawaran pada Senin (23/10/2023).

“Besok, saya diminta hadir oleh teman teman mitra bentala provinsi lampung untuk berdiskusi terkait penanganan dampak penomena El Nino atau perubahan iklim, Pokja pengembangan pembangunan rendah Karbon dan perubahan iklim, yang berdampak pada ketahanan pangan dan lingkungan, khususnya dalam menjaga kondisi alam yang akan berdampak pada perempuan.
“Kata Adhytia.

Adhytia juga mengatakan, bahwa hari ini dia juga melibatkan kelompok kerja (Pokja) yaitu ibu-ibu kelompok wanita tani (KWT) untuk diskusi, karena menurut kami ibu – ibu KWT adalah mitra kerja yang sangat strategis dalam rangka kebijakan pembangunan.

“Seperti kita rasakan bersama bahwa saat ini secara global cuaca sangat ekstrem, tentunya akan berdampak kepada perubahan iklim atau El Nino, nah untuk itu dalam diskusi ini, langkah langkah kongkret yang nanti akan kita coba sampaikan dalam bentuk rencana aksi daerah,” Ucap Adhytia.

Menurut Adhytia, agar program program tersebut dapat berjalan dengan maksimal, dirinya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik dari para OPD, Stkeholder dan Kelompok Wanita Tani.

“Dampak buruk dari perubahan iklim ini, Pemerintah tidak bisa kerja sendiri, tentunya butuh dukungan dari semua stakeholder, demikian juga dukungan dari media untuk menyampaikannya kepada masyarakat bahwa pemerintah pesawaran mensponsori penanggulangan dampak buruk dari perubahan iklim.

“Kemarin Pak Bupati juga telah melakukan rapat khusus untuk menanggulangi Dampak El Nino, ” Tegas dia.

Sementara, Direktur Mitra Bentala Provinsi Lampung Rizani menyampaikan, kegiatan ini merupakan diskusi dalam menyikapi situasi alam dan iklim yang saat ini tengah berlangsung, khususnya di musim kemarau yang sangat memberikan efek luar biasa, serta berdampak pada ketahanan pangan dan pembanguan sumber daya.

Lantas, kata dia, tidak hanya berdampak pada krisis pangan, air bersih, dan beberapa hal lainnya, dampak perubahan iklim ini akan sangat berpengaruh pada terhadap perempuan dilingkungan yang rentan.

“Dengan menggandeng kelompok dan komunitas wanita Tani dalam diskusi ini, diharapkan dapat memberikan solusi, khususnya bagi peran perempuan dalam menjaga lingkungan untuk mengatasi perubahan iklim. Sehingga kegiatan ini diharapkan mendapat solusi, dan berdiskusi menyikapi isu-isu perubahan iklim ini. Serta hal-hal apa saja yang harus kita lakukan, dalam menjaga suasana iklim agar tetap terjaga, mulai dari diri sendiri dan lingkungan disekitar kita,” tandanya.

Hadir dalam diskusi publik, Dinas P3KP2KB, Dinas Pemerintahan Desa, Dinas Tanaman Pangan, Bappeda, PUPR, dan BPBD Pesawaran, Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Ketua PWI Pesawaran yang mewakili, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pesawaran. Kelompok Wanita Tani (KWT). (Indra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *