BPBD Pesawaran Edarkan Surat Bupati: Waspada Kemarau Panjang 2026, Jangan Bakar Lahan

PESAWARAN23 Dilihat

PESAWARAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Pesawaran menerbitkan Surat Himbauan Bupati kepada seluruh camat dan kepala desa. Himbauan itu sebagai langkah antisipasi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang dan kering dibanding tahun lalu.

Kepala BPBD Pesawaran Sopyan Agani mengatakan, surat tersebut berisi beberapa indikator yang harus segera disikapi masyarakat. Fokus utamanya penghematan penggunaan air dan larangan membuka lahan dengan cara dibakar.

“Sudah kita edarkan Surat Himbauan dari Bupati Pesawaran kepada seluruh camat dan kepala desa untuk mengatasi musim kering atau kemarau. Indikatornya jelas, seperti penggunaan air harus bijak dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Sopyan Agani, Kamis 4 Juni 2026.

Merujuk Hasil Rakor 3 Menteri

Himbauan BPBD Pesawaran ini merujuk hasil pertemuan koordinasi tiga menteri: Kepala BNPB, Kepala BMKG, dan Menteri Kehutanan RI.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam konferensi pers Rakor Pengendalian Karhutla 2026 di Jakarta, Senin 6 April 2026, memperingatkan potensi karhutla tahun ini lebih mengancam.

“Pada tahun ini akan terjadi kekeringan yang lebih awal dan lebih panjang. Oleh karena itu kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dibandingkan tahun lalu, tahun 2026 ini akan lebih mengancam kita secara bersama,” tegas Menhut.

Senada, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut musim kemarau 2026 datang lebih cepat dan lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal 30 tahun terakhir. BMKG juga memprediksi ENSO berpotensi berkembang menjadi fase El Niño pada semester II 2026.

Data Karhutla Nasional Naik Tajam

Kemenhut mencatat luas karhutla Januari-Februari 2026 mencapai 32.637,43 ha. Sementara Maret 2026 diperkirakan 10.175,48 ha. Pantauan hotspot 1 Januari-5 April 2026 sebanyak 702 titik, naik 82,19% dibanding periode sama 2025 yang hanya 125 titik.

Menhut meminta masyarakat mawas diri dan hati-hati dalam land clearing. “Pada intinya masyarakat harus lebih mawas diri, harus lebih hati-hati dalam proses land clearing dan juga perusahaan terutama,” jelas Raja Juli Antoni.

Himbauan BPBD Pesawaran

Sopyan Agani menegaskan BPBD Pesawaran bersama TNI dan Kepolisian akan meningkatkan patroli dan sosialisasi ke desa-desa rawan. Ia mengajak warga melapor jika melihat titik api ke BPBD atau Manggala Agni.

“Mari kita jaga Pesawaran bersama. Jangan bakar lahan karena dampaknya ke kita semua: asap, kesehatan, dan ekonomi. Patuhi himbauan Bupati,” imbaunya.

Sesuai Inpres No. 3 Tahun 2020, kepala daerah, TNI, Polri, dan masyarakat diminta bahu membahu mencegah karhutla. (Indra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *