Setetes Harapan dari Kedalaman 120 Meter, Sumur Bor TMMD ke-129 Jadi Penopang Rumah Tahfidz Al Fatihah Talang Jambe

SUMATERA SELATAN208 Dilihat

PALEMBANG – Di tengah deru mesin pengebor yang menembus lapisan tanah hingga kedalaman sekitar 120 meter, tumbuh harapan baru bagi ratusan santri Rumah Tahfidz Al Fatihah, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang. Sumur bor yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang itu bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan mendasar akan ketersediaan air bersih.

Kepala Rumah Tahfidz Al Fatihah, Ardian Mustaqiim, S.Hum., mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan Kodim 0418/Palembang tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur Rumah Tahfidz mendapat bantuan sumur bor dari Kodim. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para santri kami yang jumlahnya hampir 400 orang dan terus bertambah,” ujarnya.

Selama ini, kebutuhan air di rumah tahfidz mengandalkan jaringan PDAM. Namun, ketika aliran air terhenti, aktivitas para santri, terutama untuk berwudu dan kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), kerap mengalami kendala.

Menurut Ardian, selain pembangunan sumur bor, pihaknya juga mendapat informasi akan menerima bantuan toren penampungan air. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memastikan pasokan air tetap tersedia meski distribusi PDAM mengalami gangguan.

“Dengan adanya sumur bor dan nantinya toren penampungan air, insya Allah kebutuhan air untuk wudu dan MCK para santri maupun pengurus akan jauh lebih terjamin. Paling tidak kami memiliki cadangan air ketika pasokan PDAM terhenti,” katanya.

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan internal rumah tahfidz, Ardian berharap keberadaan sumur bor tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Mengingat lokasi Rumah Tahfidz Al Fatihah berada di tengah lingkungan perumahan, sumber air itu diharapkan dapat menjadi cadangan bagi warga ketika dibutuhkan.

“Kami berharap sumur bor ini tidak hanya bermanfaat bagi santri, pengajar, dan pengurus, tetapi juga bisa dirasakan masyarakat di sekitar rumah tahfidz,” tuturnya.

Ardian menambahkan, proses pengerjaan sumur bor telah dimulai sejak beberapa hari sebelum pembukaan resmi TMMD ke-129. Selama proses berlangsung, Komandan Kodim 0418/Palembang bersama jajaran Satgas TMMD beberapa kali turun langsung ke lokasi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

“Sejak tahap survei hingga pengerjaan, Bapak Dandim sering datang melihat progres pembangunan. Perhatian beliau menjadi semangat bagi kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Dansubsatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang berharap pengerjaan sumur bor dapat diselesaikan sesuai target sehingga segera dimanfaatkan masyarakat. Di sisi lain, seluruh personel Satgas tetap diingatkan untuk mengutamakan kesehatan, keselamatan kerja, serta menjaga kekompakan bersama masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan utama program TMMD, yakni tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Rumah Tahfidz Al Fatihah, sumur bor itu kelak bukan hanya menjadi sumber air. Dari kedalaman bumi, ia akan mengalirkan kenyamanan bagi ratusan santri yang menuntut ilmu, sekaligus menjadi simbol hadirnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik. (BroAdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *