TMMD Ke-129 Perkuat Kolaborasi Pembangunan di Sukarami, Camat: Manfaatnya Melampaui Infrastruktur

SUMATERA SELATAN201 Dilihat

Palembang – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang dinilai tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kecamatan Sukarami.

Bagi Pemerintah Kecamatan Sukarami, pelaksanaan TMMD menjadi momentum untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga hasil-hasil pembangunan yang telah diwujudkan.

Camat Sukarami, Muhammad Fadly, S.STP., M.AP., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan TMMD Ke-129. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam membuka akses wilayah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur Kecamatan Sukarami menjadi lokasi TMMD Ke-129. Program ini memberikan dampak nyata, terutama melalui pembangunan sarana dan prasarana serta pembukaan akses jalan yang sebelumnya sulit dilalui. Kehadiran infrastruktur tersebut tentu akan mendukung aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat,” ujar Fadly saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah kelurahan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh rangkaian kegiatan TMMD di Kelurahan Talang Jambe dan Talang Betutu. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh sasaran program dapat diselesaikan sesuai target sekaligus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Menurut Fadly, nilai strategis TMMD tidak hanya tercermin pada pembangunan fisik. Program nonfisik yang dihadirkan juga memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai penyuluhan dan edukasi.

Beragam materi seperti pencegahan stunting, penyakit tidak menular, kesehatan masyarakat, wawasan kebangsaan, hingga kepedulian terhadap lingkungan dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat sangat bermanfaat. Edukasi kesehatan, sosial, dan lingkungan memberikan pengetahuan baru bagi warga. Ini menunjukkan bahwa kehadiran TNI tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat,” katanya.

Ia menilai, sinergi yang terbangun selama pelaksanaan TMMD menjadi modal sosial yang penting dalam memperkuat ketahanan wilayah. Semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat diyakini akan mempercepat pembangunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap setiap fasilitas yang telah dibangun.

Karena itu, Fadly mengajak seluruh warga untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Dengan semangat gotong royong, kito jago samo-samo, kito peliharo apo yang sudah dibangun melalui program TMMD ini. Kalau dijaga bersama, manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0418/Palembang selaku Dansatgas TMMD Ke-129, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa TMMD dirancang sebagai program terpadu yang mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pembangunan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari rampungnya infrastruktur, tetapi juga dari semakin kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu pembangunan.

“TMMD tidak hanya membangun sasaran fisik, tetapi juga sasaran nonfisik. Semangat gotong royong, kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting yang saling melengkapi dalam setiap pelaksanaan TMMD,” ujar Erik.

Pelaksanaan TMMD Ke-129 di Kecamatan Sukarami memperlihatkan bahwa pembangunan yang efektif memerlukan kolaborasi lintas sektor. Ketika infrastruktur dibangun bersamaan dengan penguatan kapasitas masyarakat, hasil pembangunan tidak hanya menghadirkan perubahan secara fisik, tetapi juga memperkuat fondasi sosial yang menjadi modal utama pembangunan daerah secara berkelanjutan. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *