Menyemai Harapan di Talang Jambe: Saat Prajurit TMMD Merawat Benih Ketahanan Pangan Bersama Warga

SUMATERA SELATAN194 Dilihat

PALEMBANG – Embun pagi masih menggantung di ujung daun ketika langkah-langkah para prajurit TNI mulai menyusuri lahan sederhana di RT 10 RW 03, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (30/7/2026). Di bawah hangatnya sinar matahari yang perlahan menyibak awan, mereka tidak membawa perlengkapan tempur, melainkan ember, selang air, dan semangat gotong royong.

Di lahan yang menjadi bagian dari sasaran nonfisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang itu, deretan tanaman sawi, pakcoy, dan cabai mulai memperlihatkan kehidupan. Usianya baru sekitar tujuh hari sejak ditanam, namun daun-daun muda yang menghijau menjadi pertanda bahwa harapan sedang bertunas.

Babinsa Kelurahan Talang Jambe, Serma Mulyadi Zaki, tampak telaten menyiram setiap tanaman. Sesekali ia berhenti untuk mencabut rumput liar yang mulai tumbuh di sela-sela bedengan. Baginya, setiap gulma yang dibersihkan merupakan upaya menjaga masa depan tanaman agar tumbuh sehat hingga masa panen tiba.

Suasana pagi berlangsung sederhana, namun sarat makna. Kicau burung berpadu dengan suara air yang mengalir membasahi tanah, menghadirkan gambaran bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga lewat kepedulian membantu masyarakat membangun ketahanan pangan.

“Alhamdulillah, bibit sawi, cabai, dan pakcoy yang ditanam akhirnya tumbuh dengan perkembangan yang baik. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan perawatan hingga nantinya siap dipanen,” ujar Serma Mulyadi Zaki.

Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak berhenti saat benih selesai ditanam. Justru tahapan perawatan menjadi faktor yang paling menentukan. Karena itu, personel Satgas TMMD bersama masyarakat secara rutin melakukan penyiraman, membersihkan gulma, sekaligus memantau perkembangan tanaman setiap hari.

Kehadiran para prajurit di tengah kebun warga menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang menjadi ruh TMMD. Mereka tidak hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga memberikan contoh bahwa membangun desa dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Program ketahanan pangan yang dijalankan Kodim 0418/Palembang ini memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menghasilkan sayuran. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan kosong menjadi sumber pangan produktif.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat, kebun sayur skala lingkungan menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Hasil panennya dapat dikonsumsi sendiri sehingga mengurangi pengeluaran rumah tangga. Bahkan, apabila produksinya melimpah, hasil panen dapat dipasarkan sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi warga.

Harapan itu kini mulai terlihat dari hijaunya hamparan sawi dan pakcoy yang tumbuh subur. Tanaman cabai yang ditanam di beberapa petak pun menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

“Kami berharap tanaman ini nantinya dapat tumbuh subur hingga bisa dipanen oleh masyarakat. Dengan begitu, hasilnya bisa memenuhi kebutuhan warga sekaligus dijual untuk menambah pendapatan keluarga,” kata Mulyadi.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam mendukung kemandirian masyarakat.

“Kami berharap masyarakat semakin semangat memanfaatkan lahan yang ada. Semoga hasilnya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga,” ujarnya.

Program TMMD selama ini dikenal melalui pembangunan infrastruktur seperti pembukaan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor, maupun pos kamling. Namun, di balik berbagai pembangunan fisik tersebut, terdapat misi lain yang tidak kalah penting, yakni membangun kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan.

Kebun ketahanan pangan di Talang Jambe menjadi salah satu warisan yang diharapkan terus hidup setelah TMMD berakhir. Ketika para prajurit kembali menjalankan tugas di satuannya masing-masing, tanaman yang hari ini dirawat bersama diharapkan tetap tumbuh, dipelihara, dan terus memberikan manfaat bagi warga.

Menjelang siang, setelah memastikan seluruh tanaman tersiram dengan baik, Serma Mulyadi Zaki memandang hamparan sayuran yang mulai menghijau. Senyum tipis mengembang di wajahnya. Barangkali, bagi seorang Babinsa, menyaksikan benih tumbuh subur adalah simbol bahwa harapan masyarakat pun sedang bertumbuh.

Di lahan yang tidak begitu luas itu, TMMD kembali membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek-proyek besar. Terkadang, perubahan lahir dari sebutir benih yang ditanam dengan ketulusan, dirawat dengan kebersamaan, lalu dipanen sebagai buah kesejahteraan bagi masyarakat. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *