PALEMBANG – Selama bertahun-tahun, gubuk reyot menjadi tempat Sriyanti (68) berteduh bersama anak laki-lakinya. Di samping bangunan sederhana itu, terdapat kandang sapi yang turut menjadi bagian dari kesehariannya mencari penghasilan.
Kini, pemandangan tersebut berubah.
Salah satu kandang sapi di lokasi itu telah disulap menjadi rumah layak huni melalui program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Perubahan tersebut menjadi kisah tersendiri bagi Sriyanti, seorang janda yang sejak usia belia telah meninggalkan Semarang dan memilih menjalani kehidupan sebagai perantau di Palembang.
Bertahun-tahun ia bertahan dalam kondisi sederhana.
Di usianya yang telah lanjut, Sriyanti masih bekerja sebagai buruh upah tani. Ia juga merawat sapi milik orang lain yang dititipkan kepadanya.
Keterbatasan ekonomi membuatnya harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sampai akhirnya, sebuah pertemuan tak terduga mengubah kehidupannya.
Berawal dari Pertemuan dengan Prajurit TNI
Saat seorang anggota TNI bernama Iwan berada di sekitar lokasi, ia melihat kondisi tempat tinggal Sriyanti yang memprihatinkan.
Iwan kemudian menyampaikan sebuah pertanyaan yang bagi Sriyanti terdengar seperti harapan.
“Ibu mau gubuk ibu kami rehab nanti jadi tempat yang lebih nyaman dan layak huni?” kata Iwan.
Tanpa berpikir panjang, Sriyanti menjawab:
“Dan tentu saja saya mau, Pak.”
Sriyanti kembali mengingat momen tersebut ketika ditemui wartawan media Inisiator.id, Minggu (9/8/2026).
Ia mungkin tidak menyangka bahwa perkataan anggota TNI tersebut akan benar-benar diwujudkan.
Tetapi program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang kemudian hadir dalam kehidupannya.
Satgas TMMD melakukan rehabilitasi terhadap tempat tinggal Sriyanti. Bagian yang sebelumnya menjadi kandang sapi diubah menjadi rumah yang lebih layak dan nyaman.
Bukan Hanya Rumah, Tetapi Harapan Baru
Perubahan itu membuat Sriyanti merasa bersyukur.
“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur. Alhamdulillah kami mendapat bantuan ini,” ucapnya.
Bagi perempuan 68 tahun tersebut, rumah baru itu memiliki arti yang dalam.
Sebab, tempat tinggal tersebut hadir setelah bertahun-tahun ia menjalani kehidupan dalam keterbatasan.
Satgas TMMD pun memastikan lingkungan rumah Sriyanti ikut dibenahi.
Memasuki H-3 hingga H-1 penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, personel membersihkan bekas gubuk dan lingkungan sekitar rumah.
Pekerjaan tersebut membuat kawasan tempat tinggal Sriyanti menjadi lebih bersih, rapi dan nyaman.
TMMD Hadir di Tengah Kesulitan Warga
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh. Erik Novianto, S.Sos. mengatakan, rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik yang memiliki tujuan langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Sasaran fisik TMMD berupa rehab RTLH seperti tempat tinggal Ibu Sriyanti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang sangat penting untuk dibantu, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama pada hunian yang nyaman dan layak untuk kehidupan mereka,” ujar Erik.
Erik menambahkan, semangat yang dibangun dalam TMMD bukan hanya pembangunan fisik.
“TMMD juga dalam rangka membangun semangat gotong royong dengan masyarakat serta kemanunggalan TNI bersama rakyat,” tegasnya.
Kisah Sriyanti memperlihatkan sisi lain dari pembangunan.
Tidak selalu tentang jalan yang dibangun, jembatan yang diperbaiki, atau fasilitas umum yang dibenahi.
Terkadang, pembangunan juga berarti menghadirkan kembali rasa aman bagi seorang ibu yang selama puluhan tahun hidup dalam keterbatasan.
Bagi Sriyanti, perubahan itu kini nyata.
Kandang sapi yang dahulu berdiri di samping gubuk reyot telah berubah menjadi rumah.
Bekas gubuk telah dibersihkan.
Dan di usia senjanya, Sriyanti akhirnya memiliki tempat tinggal yang lebih layak untuk menjalani hari-hari bersama anaknya.
Sebuah rumah yang dibangun bukan hanya dengan material, tetapi juga dengan kepedulian, gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat. (Bro Adi)






