Tak Sekadar Menutup Program, TMMD ke-129 Tinggalkan Kepedulian untuk Warga Talang Jambe

SUMATERA SELATAN276 Dilihat

PALEMBANG – Lapangan Sepak Bola Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (13/8/2026), menjadi saksi berakhirnya rangkaian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang.

Namun, penutupan program yang telah berlangsung selama sebulan itu tidak berhenti ketika upacara selesai. Di tengah suasana berakhirnya pengabdian Satgas TMMD, kepedulian kepada masyarakat justru kembali ditunjukkan melalui kegiatan bakti sosial.

Sejumlah bantuan diserahkan kepada masyarakat di sekitar wilayah sasaran TMMD. Senyum dan ucapan terima kasih warga mengiringi kegiatan tersebut, menjadi bagian dari cerita yang melengkapi perjalanan TMMD ke-129 di Talang Jambe.

Bagi TNI, pembangunan desa tidak semata tentang jalan yang diperbaiki, rumah yang direhabilitasi, fasilitas umum yang dibenahi, maupun sarana air bersih yang dibangun. Lebih dari itu, ada hubungan yang tumbuh melalui perjumpaan, gotong royong dan kebersamaan antara prajurit dengan masyarakat.

Bakti sosial menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan TNI di tengah rakyat bukan hanya ketika pembangunan berlangsung.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bakti sosial merupakan bagian penting dari rangkaian penutupan TMMD.

“TMMD bukan hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga membangun kepedulian, kebersamaan dan hubungan yang semakin erat antara TNI dengan masyarakat. Kami berharap apa yang telah dilakukan selama pelaksanaan TMMD dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Erik, berbagai capaian selama pelaksanaan TMMD tidak mungkin terwujud tanpa dukungan masyarakat, pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terlibat.

Karena itu, berakhirnya TMMD bukan berarti berakhir pula semangat kebersamaan yang telah terbentuk selama pelaksanaan program. Justru, semangat gotong royong tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun lingkungannya.

“Keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah serta seluruh pihak yang telah bersama-sama menyukseskan program ini,” katanya.

Ia berharap kebersamaan yang telah terjalin selama sebulan terakhir dapat terus dipelihara setelah Satgas TMMD meninggalkan lokasi.

“Semoga semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah terbangun selama TMMD ini dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Kini, ketika seluruh rangkaian TMMD ke-129 resmi ditutup, Talang Jambe tidak hanya menyimpan hasil pembangunan fisik dan berbagai program nonfisik. Ada pula cerita tentang prajurit yang bekerja bersama warga, tentang tangan-tangan yang bergotong royong, serta kepedulian yang diwujudkan dalam bentuk nyata.

Sebab pada akhirnya, TMMD bukan sekadar tentang kapan sebuah program dimulai dan kapan pekerjaan dinyatakan selesai. Lebih jauh, program ini meninggalkan harapan agar apa yang telah dibangun dapat dirawat, dimanfaatkan dan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Dan ketika seragam Satgas TMMD kembali meninggalkan Talang Jambe, semangat kemanunggalan TNI dan rakyat diharapkan tetap tinggal di tengah masyarakat. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *