Plaju, 3 September 2026 – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju terus berfokus meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan proses pengolahan, serta mendorong pengelolaan energi yang lebih efektif dan berkelanjutan di lingkungan kilang.
Dalam rangka Bulan Energi Tahun 2026, Kilang Plaju menggelar Focus Group Discussion (FGD) KBC Study Phase 2 – Process Optimization & Energy Efficiency, Rabu- Kamis (1-2 September 2026)
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis melalui forum diskusi dan kolaborasi antar-fungsi yang menangani pengelolaan operasi, proses, utilities, hingga energi ini, seluruh peserta diajak untuk mengevaluasi kondisi aktual operasi serta menganalisis kinerja fasilitas guna mengidentifikasi berbagai peluang perbaikan kilang.
Dengan mengusung semangat “Identifying Opportunities – Optimizing Processes – Improving Energy Efficiency”, kegiatan ini menerapkan kerangka kerja terstruktur Identify – Optimize – Deliver.
Melalui pendekatan tersebut, proses FGD diawali dari tahap mengidentifikasi peluang efisiensi proses dan energi (Identify), dilanjutkan dengan menentukan kondisi operasi serta pemanfaatan utilities yang lebih ekonomis (Optimize), hingga menetapkan inisiatif nyata yang actionable dengan manfaat yang terukur (Deliver).
Langkah ini memastikan bahwa setiap gagasan perbaikan tidak berhenti pada tahap diskusi, melainkan dikembangkan menjadi program kerja konkret yang memberikan dampak positif bagi perusahaan.
Secara teknis, pembahasan dalam FGD difokuskan pada lima area utama, yakni Energy Efficiency untuk menemukan peluang penghematan energi, Process Optimization untuk mengoptimalkan parameter proses, Utilities Optimization guna meningkatkan kinerja sarana penunjang, Performance Analysis untuk mengevaluasi kinerja operasional, serta Improvement Opportunities sebagai wadah merumuskan inisiatif perbaikan yang feasible dan implementable.
Sinergi ini ditargetkan mampu menghasilkan action plan komprehensif yang dilengkapi dengan penanggung jawab (PIC) serta target penyelesaian yang jelas.
“Melalui pelaksanaan KBC Study Phase 2 ini, hasil kajian diharapkan menjadi pijakan utama bagi RU Plaju dalam mendukung pencapaian operational excellence secara berkelanjutan,” ujar Executive GM RU Plaju, Khabibullah Khanafie.
Kolaborasi antar-fungsi yang solid, dukungan data operasional yang akurat, serta komitmen terhadap eksekusi program menjadi kunci utama untuk menekan biaya operasi kilang, menghasilkan potensi energy saving dan cost saving, serta menciptakan nilai tambah (value creation) bagi keberlangsung bisnis perusahaan ke depan. (Bro Adi)










