LAMPUNG TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai langkah besar memetakan kondisi riil dunia usaha sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah ke depan.
Pencanangan dan sosialisasi SE2026 yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Rabu (13/5/2026), dihadiri Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution, Kepala BPS Lampung Timur Zulkifli, perwakilan OPD, serta puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Bupati Ela menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran dominan dalam menopang pertumbuhan ekonomi Lampung Timur. Ia menyebut kontribusi belanja pemerintah daerah melalui APBD hanya sekitar 4,32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Yang paling besar justru konsumsi rumah tangga mencapai 63 persen, sedangkan investasi dari dunia usaha mencapai 29,27 persen. Artinya, pertumbuhan ekonomi Lampung Timur berada di pundak para pelaku usaha,” ujar Ela.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk menghadirkan data yang akurat dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan tahun 2027 agar lebih tepat sasaran.
“Data yang valid akan membantu kami menentukan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk memberikan data secara jujur dan lengkap,” katanya.
Ela juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan ramah bagi pelaku usaha maupun investor.
“Kalau ada kendala, saya terbuka 24 jam. Pemerintah daerah siap menjadi partner terbaik bagi investor dan pelaku usaha,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Lampung Timur Zulkifli menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan dilaksanakan setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan pelaksanaan yang kelima sejak pertama kali digelar pada tahun 1986,” ujarnya.
SE2026 mengusung tema “Mencatat Ekonomi Indonesia” dengan cakupan seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar.
Menurut Zulkifli, data yang dihimpun nantinya akan memberikan gambaran menyeluruh terkait struktur ekonomi daerah, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, hingga kondisi sosial ekonomi rumah tangga pelaku usaha.
Untuk menyukseskan pendataan, BPS Lampung Timur akan menerjunkan sebanyak 1.237 mitra statistik yang akan melakukan pendataan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menekankan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi aktif para pelaku usaha dalam memberikan data yang benar dan lengkap.
“Data yang berkualitas berawal dari Bapak dan Ibu sekalian. Data ini akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam mengambil keputusan strategis yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan di luar kepentingan statistik.
“BPS adalah lembaga statistik, bukan lembaga pajak. Semua data dilindungi undang-undang dan tidak akan digunakan untuk kepentingan lain di luar statistik,” tegasnya.
Melalui pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan BPS berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan. (*)









