PALEMBANG – Usia Mbah Karyo telah melampaui 80 tahun. Ingatannya mulai memudar, langkahnya tak lagi tegap, dan hari-harinya kini dijalani seorang diri di sebuah rumah sederhana di RT 20 RW 06, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Istri yang selama puluhan tahun mendampinginya telah lebih dahulu berpulang. Anak semata wayangnya juga telah meninggal dunia. Sementara keluarga kandungnya berada jauh di Pulau Jawa. Di penghujung usia, Mbah Karyo hidup sebatang kara.
Namun, di tengah kesendirian itu, masih ada kepedulian yang tak pernah putus. Bu Sri, tetangga sekaligus keponakan dari almarhumah istri Mbah Karyo, bersama keluarganya dengan penuh kasih merawat dan memenuhi kebutuhan hidup pria sepuh tersebut setiap hari.
Tak banyak yang mengetahui, Mbah Karyo dulunya merupakan seorang petani yang memiliki lahan garapan cukup luas di kawasan Talang Jambe. Waktu mengubah segalanya. Kini, rumah yang menjadi tempatnya berteduh pun telah dimakan usia dan jauh dari kata layak huni.
Harapan itu akhirnya datang melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang. Rumah Mbah Karyo ditetapkan sebagai Sasaran 8 program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Perlahan, rumah yang sebelumnya rapuh mulai berubah. Atap kanopi dipasang, septic tank dibangun, dinding rumah diplester, serta berbagai bagian rumah diperbaiki agar lebih aman dan nyaman ditempati.
Di balik proses pembangunan itu, tampak kebahagiaan yang sulit disembunyikan dari wajah Bu Sri. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada Mbah Karyo.
“Pokoknyo walau bagaimanapun Alhamdulillah yang tadi rumah Mbah Karyo tidak layak, dengan bantuan TMMD ini kami banyak berterima kasih. Alhamdulillah dibantu. Mudah-mudahan TNI semakin maju dan mendapatkan keberkahan,” ujar Sri penuh haru.
Ia menambahkan, bantuan yang diterima sangat berarti bagi Mbah Karyo.
“Mbah Karyo mendapatkan bantuan atap kanopi, septic tank, dinding juga diplester. Alhamdulillah rumah orang tua kami ke depan akan lebih baik dan lebih layak huni,” tuturnya.
Bagi Bu Sri, bantuan tersebut bukan hanya memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi keluarga yang selama ini berusaha merawat Mbah Karyo dengan segala keterbatasan.
Sementara itu, Dandim 0418/Palembang sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129, Kolonel Arhanud Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa program rehabilitasi RTLH merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Sasaran fisik TMMD seperti RTLH ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu yang rumahnya tidak layak huni dan sangat membutuhkan bantuan. Dengan program RTLH ini semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama yang seperti Mbah Karyo ini,” ungkap Erik.
Kisah Mbah Karyo menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan sekadar menghadirkan bangunan yang lebih kokoh, melainkan juga menghidupkan kembali harapan bagi mereka yang selama ini menjalani hidup dalam keterbatasan.
Di sebuah sudut Talang Jambe, rumah sederhana itu kini mulai berdiri lebih layak. Di dalamnya, seorang lelaki sepuh yang telah banyak kehilangan dapat menikmati masa tuanya dengan rasa aman, ditemani kepedulian tetangga, keluarga, dan hadirnya negara melalui Program TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang. (Bro Adi)











