Di Balik Dinding yang Roboh, Harapan Baru Ibu Sriyanti Mulai Dibangun

PALEMBANG – Bunyi palu memecah kesunyian pagi di sudut Jalan Lutfi Panji, RT 08 RW 04, Kelurahan Sukamaju. Debu tipis beterbangan saat dinding samping rumah milik Ibu Sriyanti perlahan diruntuhkan. Bagi orang yang melintas, itu mungkin hanya pembongkaran tembok. Namun bagi pemilik rumah, setiap bata yang dilepas justru menandai awal dari kehidupan yang lebih baik.

Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, Satgas TMMD melanjutkan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Sriyanti. Tahapan kali ini difokuskan pada pembongkaran dinding samping sebagai bagian penting dari proses pembaruan struktur bangunan agar rumah berdiri lebih kokoh, aman, dan nyaman untuk dihuni.

Di tengah terik matahari, prajurit TNI bekerja berdampingan dengan warga. Ayunan linggis dan denting palu berpadu dengan canda ringan serta semangat gotong royong yang seolah tak pernah lekang oleh waktu. Pemandangan itu menjadi potret nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, ketika pembangunan tidak hanya dilakukan dengan tenaga, tetapi juga dengan kepedulian.

Setiap dinding yang dirobohkan bukan sekadar bagian bangunan yang diganti. Di baliknya tersimpan harapan seorang ibu yang selama ini mendambakan rumah yang lebih layak sebagai tempat berlindung bersama keluarganya. Renovasi yang dilakukan bukan hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan menghadirkan optimisme untuk menatap masa depan.

Wakil Komandan Satgas TMMD ke-129, Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., menegaskan bahwa setiap tahapan rehabilitasi dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan mengutamakan kualitas hasil pekerjaan.

“Pembongkaran dinding samping rumah merupakan bagian dari tahapan renovasi agar struktur bangunan menjadi lebih kuat dan aman. Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan tepat waktu sehingga rumah Ibu Sriyanti nantinya menjadi hunian yang nyaman dan layak ditempati,” ujarnya.

Program TMMD ke-129 kembali menunjukkan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan baru, melainkan dari hadirnya harapan di tengah masyarakat. Ketika satu demi satu dinding lama runtuh, yang sesungguhnya sedang dibangun adalah masa depan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat, sekaligus ikatan yang semakin erat antara TNI dan rakyat dalam semangat gotong royong membangun negeri. (Adi Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *